Rabu, 13 Agustus 2025

Hati -Hati dengan Doamu


Kamu pernah tidak menginginkan sesuatu, mengatakannya sambil lalu, eh ternyata keinginanmu terwujud?

Atau kamu pernah berdoa sungguh-sungguh, bahkan sampai bertahun-tahun, tapi belum juga terkabul?

Coba dicek, apakah doamu itu selaras dengan isi hatimu?

Kadang yang dikatakan sambil lalu, tapi penuh kepasrahan dan kepercayaan pada Alloh mudah terkabul. (Misal, gpp insya Alloh nanti juga kita bisa dapet itu).

Sedangkan doa yang sungguh-sungguh tapi ada keraguan di hati, lama dikabulkannya. Mungkin keraguan itu membuat kita terlihat belum pantas menerima apa yang kita minta.
(Misal minta diberi kesehatan, tapi hati ada rasa ragu, apa iya bisa sehat lagi?)

Tapi kalau kita yakin doa akan dikabulkan, meskipun lama pasti terkabul. Karena Alloh mengabulkan doa itu ada 3 cara: 
1. Langsung dikabulkan
2. Ditunda
3. Diganti

Emak pernah berdoa langsung dikabulkan. Yaitu saat mau menindik si bungsu di RS. Pas sampai di parkiran hujan turun sangat deras. Sepertinya tidak mungkin keluar pakai payung. Apalagi bawa bayi.

Emak doa: Allohumma hawalaina walaa 'alaina.
Hujan langsung berhenti seketika. Sampai Emak dan Bapak bengong sejenak, "Hah? Kok langsung berhenti?"

Setelah Emak dan Bapak masuk ke RS, hujan kembali turun deras seperti tadi. Rasanya tu seperti kita naik mobil di jalan tol dan turun hujan deras. Ketika kita masuk ke bawah jalan (underpass), hujan tertahan, dan begitu keluar dari underpass kehujanan lagi mobilnya. Bisa bayanginnya kan?

Doa yang dikabulkannya ditunda juga pernah Emak alami. Misalnya dulu Emak Bapak pernah doa minta pindah ke Jawa Tengah. Sepuluh tahun kemudian baru dikabulkan, saat Emak sudah pasrah mengira mereka tidak akan ke mana-mana.

Emak pernah doa minta uang 3M. Alhamdulillah Alloh menggantinya dengan kesehatan dan kecukupan.

Jadi kalau kamu punya keinginan, doa aja terus sambil menyelaraskan hati dengan doamu itu. Semoga cepat terkabul ya.

Mental Victim


Enak ketemu orang yang merasa dirinya selalu menjadi korban.

Orang itu merasa tak berdaya, kayak hidupnya selalu mau diatur sama orang lain, dan menyalahkan orang lain kalau tidak sesuai kemauannya. Dia juga selalu menyalahkan nasib dan berulang-ulang menceritakan pengalaman buruknya. Dia merasa tidak mungkin berubah kalau orang lain tidak berubah lebih dulu. Dan yang bikin Emak kesal nih, dia menggunakan penderitaan untuk mendapat perhatian.

Tiap dekat dengannya, Emak jadi merasa bersalah. Padahal Emak tidak salah apa-apa lho!

Gimana ya caranya agar Emak bisa membantu orang ini lepas dari mental victimnya. Gimana dia bisa mengambil kembali kendali atas pilihan hidup, mengubah narasi internal dari “Aku korban” menjadi “Aku punya peran dan bisa bertindak”.

Emak belum tahu caranya. Jadi untuk sementara, Emak menjauh dulu aja deh.

Selasa, 12 Agustus 2025

I Love You

I Love You

Kapan terakhir kamu bilang I love you? 
Pada pasangan
Pada anak
Pada cucu
Pada siapa pun yang kamu sayang?

Apa mengucap sayang dan I love you itu terasa begitu berat? Apa mengatakannya terasa memalukan?

Buat Emak, tiap hari "penuh" kata-kata "I love you". Baik itu diucapkan, atau lewat WA. Semua terjadi begitu saja. Udah kayak otomatis terucap, karena itulah yang dirasakan Emak. 

Bahkan lewat depan cermin pun Emak sempatkan berhenti sejenak dan menyapa bayangan di sana, "Hei, I love you! Makasih ya sudah melakukan yang terbaik sampai saat ini!"

Bapak dan anak-anak Emak pun sering bilang I love you padanya. Alhamdulillah. Emak sungguh bahagia.

Ayo mulai katakan rasa sayang dan cintamu pada orang-orang terkasih. Jangan tunggu mereka sudah menghilang dari hidupmu, baru kamu menuliskan sejuta rasa sayang di medsos.

Kamis, 07 Agustus 2025

Lelah yang Lillah


"Mak, waktu anak masih bayi, kalau anak nangis terus reaksi Emak gimana?" tanya seseibu di seberang lautan.

"Tergantung sih. Kadang ikut nangis juga."

Emak membayangkan ibu itu yang jauh di negeri orang hanya berdua dengan suaminya mengasuh putri mereka yang masih bayi. Suaminya pasti sibuk bekerja. Meskipun ikut mengasuh tentu waktunya tidak lama. Tidak ada kerabat yang bisa memegang bayinya walau hanya sesaat.

Tapi Emak yakin, ibu itu akan ditolong oleh Alloh. Seperti dirinya dulu. Mengasuh tiga balita bukan hal yang mudah, tetapi dengan pertolongan Alloh semua bisa dilewati.

Peluk buat para ibu yang masih berjuang membesarkan anak-anak. Tetap diniati karena Alloh agar lelahnya diganti dengan pahala.

Memulai Hari


Alhamdulillah Emak bangun dalam keadaan baik, bisa melihat, bisa bergerak, dan tubuhnya terasa nyaman, meskipun sedang pilek dan tadi malam tidak bisa langsung tidur setelah rebahan.

Emak sedang berusaha untuk selalu bersyukur setiap akan dan bangun tidur. Bukan hanya membaca doa, tapi diam sejenak untuk merasakan semua nikmat yang Alloh berikan. 

Alhamdulillah setelah sholat Emak ingat untuk sodaqoh subuh. Sekarang Emak tidak pakai kardus lagi untuk kantong sodaqohnya. Sudah zaman modern. Untuk sodaqoh bisa pakai qris, langsung masuk ke rekening masjid tempat Emak mengaji. 

Alhamdulillah. Rasanya Emak lebih tenang menghadapi hari ini.

Kalau kamu apa yang dilakukan saat bangun di pagi hari?

Rabu, 06 Agustus 2025

Empati



Teman Emak bercerita tentang pengalamannya disesar. Emak mengangguk-angguk mendengarkan.

"Pasti sakit banget ya rasanya," kata Emak. "Alhamdulillah kamu berhasil melaluinya."

Teman yang lain bercerita tentang baby blues yang dialaminya. Emak pun menghibur temannya, memberikan "puk-puk" dan pelukan hangat.

"Emak pernah mengalami semua itu kan?" tanya temannya yang lain. "Kok Emak nggak bilang sama mereka?"

"Kenapa emangnya? Emang harus bilang?" tanya Emak.

"Ya mereka itu cerita kayak orang paling menderita aja. Emak kan bisa bilang kalau dulu pernah merasakan seperti itu. Biar mereka nggak merasa sendiri gitu."

"Ooo....gitu. Setiap orang itu tokoh dalam ceritanya sendiri. Merasa paling menderita? Ya gak papa. Emang kalau Emak cerita pernah ngalami, terus penderitaan mereka berkurang? Perasaan mereka itu valid. Yang mereka butuhkan hiburan, bukan adu nasib."

Orang curhat itu pingin didengerin. Kecuali diminta, tidak perlu memberi solusi. Kadang kita ada dan hadir untuk mereka sudah cukup.

Nama yang Kepanjangan



Memberi nama yang baik adalah kewajiban orang tua. Biasanya dalam nama ada doa. Tapi nama yang kepanjangan bisa menjadi masalah untuk yang bersangkutan.

Emak merasa namanya sudah kepanjangan. Eh, ternyata ada yang lebih panjang lagi. Seperti yang Emak lihat di Kompas.com tentang nama terpanjang di Indonesia, dan di Kumparan, tentang nama terpanjang di dunia.

Sebaiknya kalau memberi nama, pikirkan juga konsekuensinya.

Kalau kamu, anakmu diberi nama siapa?