Sabtu, 02 Agustus 2025

Mau Peluk Aja





"Ada cerita apa hari ini?" tanya Emak usai sholat Magrib bareng si Bungsu.

Si Bungsu tidak menjawab. Hanya merebahkan kepalanya di pangkuan Emak.

"Kalau mau cerita, Emak mau dengerin. Tapi kalau nggak mau cerita, ya gakpapa juga." Emak membelai kepala si Bungsu.

"Aku mau dipeluk aja," jawab si Bungsu.

"Ya udah sini!" Emak menarik si Bungsu dalam pelukannya. "Bayi Emak udah segede ini!"

Si Bungsu hanya tertawa dan membenamkan diri di pelukan Emak.


Kadang, kita tidak perlu berkata-kata. Cukup pelukan hangat untuk menenangkan hati.

Senin, 28 Juli 2025

Sodaqoh Penolak Bala dan Mendatangkan Keberlimpahan

"Setiap hari, sisihkan apa lima ratus atau seribu, dua ribu, atau berapa pun sesuai kemampuan. Masukkan dalam wadah khusus. Niati buat sodaqoh, dan jangan diambil-ambil buat kebutuhan lainnya. Pas acara pengajian atau pas ke masjid, bawa uangnya untuk diberikan pada pengurus masjid sebagai sodaqoh kita," kata Pak Kyai saat ada pengajian.

Emak mendengarkan sambil terkantuk-kantuk. Entah mengapa, saat pengajian itu rasanya kantuk begitu menggoda dan ketiduran adalah sebuah kenikmatan yang tiada tara.

Meskipun matanya merem, Emak masih bisa mendengar suara Pak Kyai yang berkata,

"Sodaqoh itu bisa menolak bala. Misal hari ini qodarnya kita ketabrak, tapi karena sodaqoh dan doa kita, bisa jadi kita cuma terserempet atau bahkan selamat, tidak jadi celaka. Apalagi sodaqohnya di waktu subuh. Saat itu Alloh mengutus malaikat pembawa rezeki untuk membagi-bagi rezeki. Insya Alloh sodaqoh yang kita keluarkan akan diganti berlipat-lipat."

Sebuah pijatan lembut dari si Bungsu yang melihat Emak tidur membuat mata Emak terbuka. 

"Jaza killahu khoiro," kata Emak sambil menegakkan tubuh dan menarik napas panjang, berusaha menghilangkan kantuknya.

"Rezeki itu bukan hanya berupa uang atau harta. Kesehatan, anak-anak sholih-sholihah, pekerjaan lancar dan lain-lain. Apa pun itu ketika kita mendapatkan kebaikan, disyukuri, dihayati, Alloh pasti memberikan keberlimpahan kepada kita."
{وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [ابراهيم : 7]
"Jika kita bersyukur Alloh menambah nikmatnya, jika kita kufur tidak mau bersyukur, maka siksa Alloh itu menyakitkan."

Demikian yang disampaikan Pak Kyai yang nyangkut di ingatan Emak. Dia pun mulai berusaha mempraktikkan sodaqoh subuhnya.

Emak membuat sebuah kardus kecil untuk tempat uang sodaqohnya. Setiap subuh dia memasukkan uang ke wadah itu. Kadang seribu, kadang dua ribu. Pernah juga lima ribu. Pas waktu pengajian, uang itu dibawanya ke masjid dan disetorkan ke pengurus masjid. 

"Lho kok uangnya masih banyak ya?" Emak terheran-heran melihat saldo di atmnya. Padahal perasaan dia sering checkout belanjaan, ya walaupun bukan yang mahal-mahal. Sering beli makanan online juga. Alhamdulillah saldonya masih lumayan. Insya Alloh tidak harus minta transferan dari Bapak sampai akhir bulan.

"Oh, ini mungkin karena aku rajin sodaqoh subuh kali ya," gumam Emak dengan hati berbunga.

Alhamdulillah. Emak jadi makin bersemangat.

"Ya Alloh, rezeki ini dariMu, kukembalikan padaMu. Semoga Engkau menerimanya dan menggantinya dengan yang lebih baik dan barokah. Aamiin," gumam Emak sambil memasukkan uang Rp.10.000 ke wadah sodaqohnya, berharap dari sepuluh ribu itu Alloh menggantinya dengan ratusan juta, kesehatan yang barokah dan syurga....

Hehe, boleh dong berharapnya sama Alloh.

Saat menerima rezeki bersyukur, alhamdulillah dapat rezeki. Saat mengeluarkannya pun bersyukur, alhamdulillah Alloh paring kecukupan, bisa bayar ini itu, bisa membantu saudara yang membutuhkan dll. Percaya deh, Alloh pasti lebih memberikan keberlimpahan yang barokah.

Keberlimpahan adalah Anugerah dari Sang Pencipta


Emak sedang merenungi nasibnya. Dia mengingat-ingat apa saja yang telah terjadi dalam hidupnya.
Ternyata dibanding kemalangan, kesenangan dan kecukupan yang dia alami jauh lebih banyak.

Apalagi sejak dia belajar tentang kesehatan mental yang membuatnya lebih bersyukur kepada Alloh SWT. Rasanya hidupnya penuh dengan keberlimpahan.

Apa itu keberlimpahan?

Keberlimpahan adalah keadaan atau perasaan memiliki cukup — bahkan lebih dari cukup — dalam berbagai aspek kehidupan, seperti materi, kasih sayang, waktu, kesehatan, pengetahuan, atau kebahagiaan. Keberlimpahan bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang cara pandang terhadap hidup.

Dua Sudut Pandang Keberlimpahan:

1. Secara Fisik/Materiil
Keberlimpahan bisa berarti memiliki sumber daya yang mencukupi atau melimpah, seperti:

Uang dan harta

Kesehatan yang prima

Koneksi sosial yang luas

Waktu luang yang cukup



2. Secara Mental dan Spiritual
Ini lebih pada rasa syukur dan keyakinan bahwa hidup memberi apa yang dibutuhkan:

Tidak merasa kekurangan meskipun secara materi biasa saja

Penuh rasa syukur, damai, dan percaya bahwa segala sesuatu datang pada waktunya

Percaya bahwa rezeki akan selalu cukup dan terus mengalir





---

Contoh Sikap Orang yang Hidup dalam Keberlimpahan:

Memberi tanpa takut kekurangan

Memandang orang lain dengan positif, bukan saingan

Tidak mudah iri

Bersyukur bahkan dalam kesulitan

Percaya bahwa hidup terus menyediakan peluang baru


Jadi, keberlimpahan bukan soal seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita merasa cukup dan mampu berbagi.

Emak merasakan betul, ketika siap menerima keberlimpahan, Alloh pun memberikannya tanpa perhitungan.

Alhamdulillah.

Kamis, 21 Juli 2022

The Power of Mother's Heart

Cerita Emak episode 22

The Power of Mother's Heart

Emak menghela nafas. Berbagai kenangan berkelebatan dalam pikirannya. Ada yang menyenangkan, ada juga yang menyedihkan. 

Memang segala sesuatu sudah Alloh ciptakan berpasang-pasangan. Terang-gelap. Sehat-sakit. Senang-sedih. Kuat-lemah. Laki-laki-perempuan. Dst. 

Alloh sudah nenuliskan kisah hidup Emak jauh sebelum Emak dilahirkan. Termasuk tentang kehamilan pertama Emak. 

Hamil untuk pertama kali, membuat perasaan Emak campur aduk. Antara bahagia, takut, tidak berdaya dan khawatir. 

Bahagia, karena Emak akan menjadi seorang ibu. Takut, karena Emak tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tidak berdaya, karena tidak tahu harus bagaimana. Khawatir, karena memikirkan segala hal. 

Alhamdulillah, setelah mengandung selama sembilan bulan, pada tanggal 15 Juli 1998, lahirlah si Sulung dengan cara operasi sesar. Disesar karena letaknya sungsang.


Bayi mungil yang manis dan lucu, telah mengubah hidup Emak. Dari yang tadinya bebas merdeka mau melakukan apa saja, selama masih dalam koridor agama dan norma, tetiba harus mendedikasikan seluruh waktu dan tenaga untuk merawat bayi. 

Emak yang belum punya ilmu, berusaha menjalani perannya dengan sebaik mungkin. Belajar menjadi ibu dengan segala keterbatasannya membuat Emak mengalami baby blues. 

Postpartum Syndrom atau yang dikenal juga dengan Baby Blues adalah depresi pasca kelahiran. Perasaan ini valid adanya, bisa dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Siapa pun dia. 

Tidak semua ibu yang melahirkan mengalami baby blues. Dan tidak semua ibu yang mengalami baby blues mendapatkan pertolongan dan dukungan yang dibutuhkannya. 

Alhamdulillah, Emak beruntung, dengan pertolongan Alloh dan dukungan dari orang-orang terdekat, Emak berhasil mengatasi baby bluesnya. Percayalah itu tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa. 

Emak bersyukur dengan segala hal yang telah dilaluinya. Emak bersyukur dipercaya oleh Alloh menjadi perantara lahirnya si Sulung ke dunia. 

Emak bersyukur karena si Sulung kini telah menjadi wanita dewasa muda yang sholihah, mandiri, bertanggung jawab dan penuh kasih. Semuanya terjadi semata-mata karena izin dan pertolongan Alloh Swt. 

Sulung, maafkan segala keterbatasan Emak dalam pengasuhanmu ya. Terima kasih sudah hadir memberi kebahagiaan dan warna pelangi dalam hidup Emak.

Love u sekebon ❤❤❤ and more.... And more..... 

Tak ada kata yang bisa mengungkapkan rasa bahagia dan cinta Emak buat si Sulung. Pokoknya si Sulung is the best 👍. 


Semarang 17 Juli 2022

Kisah baby blues Emak, ada di buku The Power of Mother's Heart. Menjadi ibu tidak mudah, tetapi dengan cinta, seorang ibu diberi kekuatan oleh Alloh untuk mengatasi segalanya.


Selasa, 31 Mei 2022

Surat Cinta untuk Diri Kecilku


Hai Deroem, apa kabar? 
Aku baru menyadari kalau aku lama tidak menyapamu. 
Aku kangen. 
Aku mencarimu di cermin. Kutemukan dirimu tersenyum ceria dan melambai-lambaikan tanganmu. Lalu kamu datang dan memelukku. Bisa kurasakan hawa hangat yang mengaliri tubuhku karena pelukanmu.

Der, apakah kamu merindukanku, seperti aku merindukanmu? 
Aku senang sekali melihatmu saat ini. Kamu yang ceria, yang percaya diri dan selalu berusaha berpikir optimis. Aku tidak melihat luka itu lagi. Luka yang membuatmu menarik diri dari pergaulan dan keinginan mencoba sesuatu. 

Luka masa kecil itu, mungkin bukan luka yang parah, tetapi nyatanya bisa menyurutkan langkahmu yang ingin berlari. Bisa mengaburkan pandanganmu yang semula melihat dunia begitu indah penuh warna warni. 

Aku ingin minta maaf sekali lagi. Maafkan aku yang pernah menelantarkanmu. Maafkan aku yang pernah tidak peduli pada lukamu. 

Der, terima kasih karena telah bertahan dalam kondisi apa pun. Kamu tidak pernah menyerah walau kadang kebingungan dan merasa tidak berdaya. Kamu tetap melangkah meskipun begitu banyak keraguan dan ketakutan. Kamu hebat! 

Sesuatu yang tidak membunuhmu akan membuatmu semakin kuat. Karena dirimu dulu, sekarang aku menjadi kuat. Aku bisa melangkah dengan tegap menuju apa yang kumau. 

Terima kasih, Deroem. Terima kasih selalu membersamaiku hingga saat ini. Aku senang ceriamu menghibur galau hatiku. Aku senang semangatmu menguatkan langkahku. Aku senang binar-binar di matamu mencerahkan hatiku. 

Aku senang engkau telah pulih dan bersama-sama kita terus berlatih dan tumbuh berkembang. Aku yakin, bersamamu kita berdaya dan bisa memberi manfaat untuk orang lain. 

Teruslah bersamaku, membawa kebahagiaan masa kecil di masa dewasaku. Teruslah berbagi ceriamu, hingga di masa depan, aku tetap bisa merasakan kebahagiaan kanak-kanak dalam setiap aktivitasku. Sekalipun sudah menjadi seorang nenek-nenek, kita tetap bisa bahagia seperti anak kecil bukan? 

Deroem, aku bersyukur menjadi diriku saat ini. Aku pun bersyukur menjadi dirimu di masa kecilku. Apa yang kita lalui adalah takdir yang sudah digariskan oleh sang Pencipta. Mari bersama menyongsong hari esok yang bahagia. Bahagia yang bukan lawan dari derita, tetapi bahagia yang merangkul segala rasa. 

Mari sejenak mengambil jeda. Menikmati segala rasa yang ada dengan penuh rasa syukur kepada Alloh Swt. 

Deroem, apa pun yang terjadi, ingatlah hal ini: aku selalu mencintaimu. 

Semarang 31 Mei 2022

Selasa, 29 Maret 2022

Kehadiran tak terduga yang membawa kebahagiaan




Waktu itu Emak dan Bapak sudah mendaftar dan mendapat jadwal keberangkatan haji di tahun 2006 akhir. Emak berdoa, semoga pas haji tidak haid, supaya rukun haji bisa terlaksana semua. 

Alhamdulillah, Alloh mengabulkan doa Emak. Pas haji Emak tidak perlu meminum obat penunda haid, karena Emak hamil! Kaget juga Emak ketika mengetahui ada mahluk mungil di rahimnya. 

Dokter kandungan Emak juga terkejut ketika mendengar Emak hamil. Karena menurut pengalaman beliau wanita dengan kista atau miom seperti Emak waktu itu sulit bahkan tidak bisa hamil. 

Ternyata si Sulung berdoa minta adik perempuan. Alhamdulillah Alloh mengabulkannya di saat yang tepat. 


Seperti mimpi rasanya ketika si Bungsu lahir ke dunia. Jaraknya enam tahun dengan kakaknya. Padahal sebelumnya jarak kelahiran anak-anak Emak berdekatan. Semua jadi seperti punya mainan baru. Si Bungsu jadi pusat perhatian dan dilimpahi kasih sayang. 

Si Bungsu ini anak mahal. Karena anak keempat, kelahirannya tidak dicover oleh perusahaan tempat Bapak bekerja. Yang mengcover adalah Alloh SWT. Alhamdulillah sejak ada si Bungsu, ada saja rejeki mereka. 

Alhamdulillah, ketika di dalam perut, banyak yang mendoakannya. Bahkan orang-orang yang tidak Emak kenal, ketika tahu Emak hamil, mereka mendoakan. Terlihat dari gerakan tangan dan mata mereka. Emak tidak tahu apa yang mereka katakan, karena mereka adalah orang-orang dari Turki, Bangladesh dll yang Emak temui selama menunaikan ibadah haji. Tapi Emak berprasangka baik, mereka semua mendoakan kebaikan untuk Emak dan bayi di kandungannya. 

Sekarang, si Bungsu sudah lebih tinggi dari Emak. Alhamdulillah Emak bahagia melihat anak-anak yang saling menyayangi dan saling mendukung dalam segala situasi. Memiliki anak-anak yang sholih-sholihat adalah sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. 

Emak bahagia dan bersyukur karena sampai saat ini masih diberi kesempatan untuk membersamai dan mendoakan anak-anaknya. 

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Semoga selalu sakinah mawaddah warohmah. Aamiin.

Emak doakan semoga semua sahabat Emak juga diberi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dan semua selalu dalam keadaan yang sehat bahagia dan sejahtera. Aamiin. 

Semarang, 29 Maret 2022

Sabtu, 12 Maret 2022

Kasih Ibu Sepanjang Masa


Cerita Emak Episode 20

Kasih Ibu sepanjang masa

Kasih Ibu
Kepada Beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Lagu itu Emak pelajari ketika masih anak-anak. Sampai sekarang Emak masih hapal, dan sampai sekarang lagu itu masih sesuai dengan kenyataannya. Kasih Ibu tak lekang oleh waktu. 

Kasih Ibu seperti sinar matahari yang menyinari dunia ini. Tidak pernah absen walau sehari. Mungkin ada mendung dan hujan sehingga sinar matahari terhalang, tetap saja dia sebenarnya bersinar. 

Di dalam agama Islam, memuliakan orang tua adalah suatu kewajiban. Pahalanya sangat besar. Sebaliknya, durhaka pada orang tua, adalah dosa besar yang bisa mengakibatkan seseorang masuk dalam neraka. Emak bersyukur karena selalu mendapat nasehat tentang hal memuliakan orang tua ini. Nasehat ini Emak dapat bukan hanya dari orang tua Emak, dan saudara-saudara Emak, tetapi dari pengajian yang Emak ikuti. 

Emak diingatkan bahwa manusia lahir ke dunia melalui perantara, yaitu Ibu. Tumbuh besar dan berkembang dalam asuhan dan tanggung jawab orang tua. Berapa banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk membesarkan anak? Hanya Alloh yang tahu. 

Abu Hurairah meriwayatkan sebagaimana berikut, “ Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab, “ Ibumu.” “ Lalu siapa lagi?” “ Ibumu” “ Siapa lagi?” “ Ibumu” “ Siapa lagi” “ Bapakmu.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Pengorbanan seorang Ibu mulai hamil, melahirkan dan menyusui, serta mengasuh, tak bisa dibalas oleh anaknya. Dalam keadaan bagaimanapun, Ibu selalu berusaha ada untuk anak-anaknya. Ibu berusaha membuat anak-anak merasa nyaman dan tercukupi semua kebutuhannya. Seorang ibu berani pasang badan untuk melindungi anak-anaknya. 

Bagaimanakah ketika keadaan telah berubah? Ketika seorang ibu tidak lagi mempunyai daya dan kekuatan untuk anak-anaknya, bahkan untuk dirinya sendiri? Apakah ibu menuntut agar anak-anaknya mengembalikan kasih sayang dan pengorbanan yang telah dilakukannya? 

Seandainya Ibu menuntut, Emak berpikir itu adalah hal yang wajar. Tapi sepengetahuan Emak, tidak ada ibu atau orang tua yang menuntut anak-anak mereka untuk mengembalikan kasih sayang dan harta yang telah mereka keluarkan untuk merawat anak. Lagi pula sebelum Ibu meminta, apalagi menuntut, anak yang berbakti, yang mengerti bahwa memuliakan orang tua adalah sebuah kewajiban yang sangat besar pahalanya, segera akan mengulurkan tangan berusaha memberikan yang terbaik untuk ibunya. Bukan hanya karena merasa itu adalah sebuah kewajiban, tetapi karena cinta yang Alloh berikan di dalam hati untuk ibu mereka. 

Bukankah anak-anak yang sholih-sholihah dan berbakti kepada kedua orang tua selalu berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku di waktu kecil. 

Alloh yang memberikan rasa cinta itu. Rasa kasih seperti kasih orang tua ketika mereka masih kecil dulu. Waktu anak-anak kecil, apakah orang tua galak dan pemarah? Ataukah sebaliknya? Penuh kasih dan sabar? 

Di masa tua, apa yang dilakukan orang tua dulu kepada anaknya akan berpulang kepada mereka sendiri, sebagai terkabulnya doa yang dipanjatkan anak-anaknya itu. Seperti apa mereka mengasihi anak-anaknya dulu, seperti itulah perlakuan anak-anak kepada mereka di saat tua. 

Semoga Emak dan Sahabat Emak bisa mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Menyayangi bukan berarti selalu menuruti keinginan anak dan tidak pernah menegur mereka. Menyayangi adalah mengarahkan mereka untuk kebaikan tanpa melakukan kekerasan. Ketegasan tentu diperlukan, tetapi tidak dengan melukai baik fisik maupun psikis mereka.

Luka yang ditimbulkan orang tua khususnya Ibu, bisa terbawa sampai dewasa. Umumnya anak yang telah dewasa tersebut akan melakukan hal yang sama pada anaknya dengan yang dilakukan oleh ibunya dulu. Pola ini akan terus berulang bila tidak ada kesadaran untuk memutus rantai pola asuh ini.